Jumat, 20 April 2012
Jumat, 15 April 2011
RB3 Yayasan Kauman Lasem
RINTISAN
BALAI BELAJAR BERSAMA (RB3)- Program Studi: Magister Ilmu
Administrasi bidang minat Administrasi Publik,
- Magister Manajemen
Oleh: Abdullah Hamid, Pengasuh Padepokan Sam Bua (Seni Budaya Asmaulhusna), Lasem
Tanggal 10 Nopember 2011 adalah hari pahlawan. Pada tanggal itu bertepatan peringatan Haul Mbah Sambu, Mbah Srimpet (Tejakusuma I) dan Masyayikh Lasem. Menyambut hari itu Padepokan Sam Bua (Seni Budaya Asmaulhusna) Lasem melakukan repleksi perjuangan pendahulu kita. Kemudian muncul obsesi bersama komunitas seni budaya lainnya agar dapat segera mementaskan pagelaran kolosal episode pamungkas Perang Kuning, kisah heroik perlawanan rakyat Lasem terhadap VOC pada tahun 1750 M yang berlangsung selama tiga bulan tanpa henti. Wilayah Kadipaten Lasem saat itu meliputi Sedayu Gresik, Tuban, Rembang, Pati sampai Jepara. Pagelaran itu akan mengisahkan momen penyerangan terhadap markas VOC di Rembang oleh rakyat Lasem pada bulan Agustus di bawah pimpinan Adipati Lasem bernama Oei Ing Kiat bergelar Tumenggung Widyadiningrat yang berdarah Tionghoa dan beragama Islam, bersama RM Margono keturunan bangsawan (putera Tejakusuma V Adipati Lasem sebelumnya), dan Kyai Baidlowi Awwal (Mbah Joyotirto). Arti penting peristiwa bersejarah tersebut, merupakan symbol kepahlawanan dan persatuan di Lasem antara kalangan Tionghoa, santri, bangsawan dan abangan yang monumental yang perlu diabadikan, diwariskan kepada anak cucu. Sehingga perlu diangkat atau dipentaskan pagelarannya yang bersifat documenter pada setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kab.Rembang. Bahkan kisah tersebut diharapkan dapat menjadi muatan local sejarah daerah yang diajarkan di sekolah-sekolah di Kab.Rembang, menjadi tangga menuju kesadaran sejarah nasional. Waktu pagelaran direncanakan bulan Juli atau Agustus 2012 di alun-alun Rembang atau alun-alun Lasem depan masjid. Ajang performance art itu didukung kegiatan wisata kuliner (lontong tuyuhan, jajanan), hasil kerajinan (batik, furniture), Seni Kreatif (lukisan, kaligrafi), agribisnis (mangga ,jagung, kawis, siwalan). Hajat besar agenda kebudayaan masyarakat Lasem ini mendapat dukungan penuh Ki Mujar dari Sangkerta, yang sukses besar mengadakan pagelaran seni kolosal di even Jogya Java Carnival baru-baru ini. Katanya bagaimana kita bisa belajar menghargai dan menghormati perjuangan para sesepuh kita dahulu yang fenomenal tuk mengusir penjajah, yang divisualkan lewat pagelaran kolosal, kolaborasi seni rupa, tari, musik, pedhalangan, sastra, teater, pantomim, kesenian etnik setempat, dan kecanggihan tehnologi audio vidio/ multi media yang dikemas dalam format pagelaran seni alternatif kontemporer, mari kita berkarya bersama. Bahkan Ki Mujar mau menyiapkan wayang raksasa dengan ukuran 1 x 2 meter terbuat dari bahan logam aluminium. Kalau begitu, nanti bisa tertantang berkolaborasi dengan kesenian Lasem tempo doeloe, yaitu seni pagelaran wayang Krucil dan wayang Kotehi/ Potehi (Bu dai xi). Dan kesenian lainnya di Lasem seperti ketoprak, hadroh, barongsai, thong-thonglek, dll. Dukungan juga datang dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab.Rembang yang sangat mengapresiasi rencana pagelaran tersebut. Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip yang juga dari Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) memuji pengambilan tema sejarah tersebut dengan mengangkat nilai-nilai persatuan dan pluralisme yang selama ini dalam penulisan sejarah Lasem belum pernah diekspose. Bahkan meminta kepada penulis menyusun naskah ceritanya untuk kemungkinan nanti difilmkan ke layar lebar. Sanggar Gentong Miring Sluke menyatakan kesediannya bergabung, namun katanya masih perlu dibicarakan pembagian peran secara detail. Dukungan juga datang dari Group Hadrah The Kauman Coy, Pondok Pesantren Kauman Lasem. Dukungan kongkrit diharapkan juga tentu datang dari Bupati dan Wakil Bupati Rembang serta masyarakat luas Kab.Rembang. Terbuka kemungkinan kerjasama even organizer pagelaran seni kolosal ini diikutkan dalam Panitia HUT RI Pemkab Rembang, atau bekerjasama dengan Takmir Masjid Jami’ Lasem dalam rangkaian Haul Mbah Sambu. Sebelumnya membutuhkan masukan survei pendahuluan kesenian tradisi yang ada di Kab.Rembang, agar semua lapisan masyarakat bisa terlibat dan merasakan punya gawe. Dan melakukan wawancara dengan beberapa narasumber terkait. Dalam pagelaran seni ini harus memperhatikan adab atau sopan santun yang dijunjung tinggi masyarakat Lasem. Maka kami mengajak semua kamunitas seni dan budaya Kab.Rembang terlibat aktif menyukseskan pagelaran seni kolosal tersebut. Karena acara ini milik kita. Dari kita oleh kita untuk kita. Mulai dari penyusunan agenda kebudayaan sampai pada pelaksanaan pagelaran seni. Menyinggung lakon cerita, dalam Serat Sabda Badra Santi, disebutkan salah satu tokoh penting perang kuning dengan nama Kyai Ali Badawi dari Purikawak (Sumbergirang), Imam Masjid Jami’ Lasem. Yang mengagumkan dari Kyai Ali Badawi, juga karena kepedulian atau keterlibatan figur kyai pada perjuangan melawan Kompeni Belanda. Kyai Ali Badawi dimaksud tidak lain adalah Kyai Baidhawi Awwal atau Mbah Joyotirto, pada masa itu pernah menjadi Nazhir Masjid Jami’ Lasem, sebagaimana tercatat dalam profil masjid tersebut. Beliau adalah buyut dari Nyai Hj.Nuriyyah Ma’shoem dan Pengasuh Pondok Pesantren Al Wahdah Sumbergirang, yang nama lengkapnya KH.Abdul Hamid bin Kyai Baidhawi Tsani bin Kyai Abdul Aziz bin Kyai Baidhawi Awwal. Silsilah tersebut seperti disampaikan kepada penulis oleh M.Akrom Unjiya yang menulis buku sejarah Lasem. Cukup menarik membaca Serat Sabda Badra Santi yang mengisahkan peranan mereka dan kedahsyatan perang tersebut. Namun karena halaman terbatas, saya kutip sebagian sebagaimana berikut: …Wong-wong ora seneng diprentah lan dikuwasani daning “Kebo Bule”. Wong-wong padha gumrudug ngumpul jejel pipit ing alun-alun sangarepe Mesjid Lasem, padha sumpah prasetya maring RP Margana.”Lega lila sabaya pati sukung raga lan nyawa ngrabasa nyirnakake Kumpeni Walanda ing bumi Jawa” Ing wektu kuwi kebeneran tiba dina Jumuwah wayahe santri-santri sembahyang Jumuwahan, kang diimami Kyai Ali Badawi ing Purikawak, Kyai ngulama Islam kang bagus rupane gedhe dhuwur gagah prekosa kuwi kapernah warenge Pangeran Tejakusuma I…Sawise wingi-wingine entuk dhawuhe RP Margana, sarampungi sembahyang Jumuwah Kyai Ali Badawi nuli wewara maring kabeh umat Islam, dijak perang sabil ngrabasa nyirnakake Kumpeni Walanda sapunggawane kabeh ing Rembang. Wong-wong samesjid padha saguh kanthi eklas, saur manuk sarujuk Perang Sabil bebarengan kambi brandal-brandal kang padha andher. …Bala Sabil kang dipandhegani dening Kyai Badawi akeh kang migunakake ngelmu pengabaran petak senggara macan, jana mantra mandraguna ora tedhas ing gaman pedhang lan bayonete suradadu sarta tumbake prajurit-prajurit begundhale Walanda. Perang ruket antarane prajurit Tumenggung Citrasoma kang dibantu mriyeme Walanda musuh Bala Sabil santri Lasem, silih ungkih adu kesekten. Palagan ing sisih kuloni kutha Lasem katon nggrudug mbledug mangawuk-awuk…lempuk gaprukan. Perang rerempon adu arep dedreg ureg, adu kekendelan lan kasudiran sarta ketrengginasan lan kecukatan. Perang wis ruket adu dada lan dengkul, pedang nglawan bedana, tumbak nglawan keris.
(Artikel di atas telah disarikan oleh Suara Merdeka kemudian dimuat di halaman Suara Muria hari Senin tgl 7 Nopember 2011) Penulis :Abdullah Hamid Alamat = Pondok Pesantren Kauman Desa Karangturi Kec.Lasem HP :081575314851
Jumat, 25 Maret 2011
Kamis, 24 Maret 2011
Selasa, 23 November 2010
MUSABAQOH HADROH
Masih dalam runtutan acara Haul Sayyid Abdurrahman (mbah sambu), diselenggarakan juga musabaqoh hadroh sekecamatan lasem dan sekitarnya, dalam musabaqoh ini di ikuti oleh 19 kontestan dari berbagai kecamatan di Rembang. Semangat serta kreatifitas para kontestan yang tinggi membuat para juri kebingungan untuk menetapkan siapa pemenangnya.
Group Hadroh dari PP Kauman sealalu ingin ikut andil dan berpartisipasi sebagai apresiasi bahwa generasi islam dilasem khususnya senantiasa menghargai dan memuliakan sosok mbah sambu, apalagi santri yang didesain untuk menjadi penerus estafet perjuangan islam di seluruh pelosok /penjuru negeri ini.
KARNAVAL DALAM RANGKA HAUL MBAH SAMBU
18 Desember 2010/ 11 Dzulhijjah 1431 H, tepat di hari itu di selenggarakan Karnaval atau semacam pawai akbar sekecamatan Lasem,ini merupakan salah satu agenda dari beberapa runtutan acara yang di gelar oleh nadzir masjid jami' Ar Rahman Lasem dalam rangka memeriahkan haul mbah sambu, beliau adalah seorang ulama' besar yang berhasil meewarnai lasem dengan ajaran islam yang kental.
Ponpes Kauman hadir dan berpartisipasi guna mensukseskan serta tabarrukan terhadap sayyid abdurrahman alias mbah sambu.
Kamis, 28 Oktober 2010
PP KAUMAN IKUT ANDIL DALAM PAMERAN PENDIDIKAN DALAM RANGKA HARI AKSARA INTERNASIONAL (HAI)
Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke 45 tahun 2010 Provinsi Jawa Tengah diabadikan dengan penyelenggaraan Pameran Pendidikan Non Formal dan Desa Vokasi yang bertempat di Alun-alun kota Rembang, Kabupaten Rembang, pada tanggal 19 s.d 21 Oktober 2010.
Dihadiri duta Pendidikan Non Formal dari 35 Kabupaten Se-Jawa Tengah, Rembang menjadi ajang promosi berbagai bentuk proses kegiatan dan hasil produksi kegiatan pendidikan non formal, di antaranya sejumlah Lembaga Kursus dan Pendidikan (LKP), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), HIPTI, LMDH, dan unsur mitra lainnya.
Dalam pameran tersebut Pondok Pesantren Kauman Lasem ikut hadir dan berpartisipasi dengan BALAI BELAJAR BERSAMA (B3) KUMALA yang merupakan salah satu wahana pendidikan non formal, dengan mengusung Sudut baca dari TBM (Taman Bacaan Masyarakat), serta unit usaha binaan Koppontren Kauman lasem yakni Bidang Penjualan Oleh-oleh Haji, Berbagai macam snack, pelatihan Karya seni Kaligrafi dan pembuatan pupuk an organik mengundang banyak pengunjung untuk datang/sekedar mampir di stand kami.
" wah menarik....kreatif ya rupanya santri-santri PP kauman Lasem....." Komentar salah satu pengunjung (visitor).
Alhamdulillah dengan persiapan yang hanya 1 hari kami PP. Kauman dapat ikut berpartisipasi memenuhi undangan dari Ditjen PNFI guna memeriahkan Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) yang ke -45.
Semoga dengan diselenggarakannya Pameran Pendidikan ini semakin memacu semangat warga Indonesia untuk memerangi "BUTA AKSARA", hingga tiada lagi kata tidak bisa membaca yang dapat menutup peluang kita untuk mengetahui dunia.
Khusus untuk santri PP Kauman Lasem,,,,"jangan pernah letih,lelah,apalagi bosan untuk senatiasa belajar, berjuang, dan berusaha,,,,"
Lasem,23 Oktober 2010
Ta’aruf dan Musyawarah Kubra I Yayasan Kauman Lasem
Setelah 8 tahun berdiri, yaitu mulai tahun 2004 Pondok Pesantren Kauman Lasem atau lebih tepatnya Yayasan Kauman Lasem akan mengadakan Musyawarah pertama atau istilah kerennya Sidang Pleno I, namun pada acara ini dikemas dengan nama TA’ARUF DAN MUSYAWARAH KUBRA I YAYASAN KAUMAN LASEM, mengapa dengan kata TA’ARUF?... dikarenakan salah satu tujuan dilaksanakannya acara ini tidak hanya Musyawarah Besar saja, melainkan juga untuk memperkenalkan satu lembaga terhadap lembaga lainnya yang berada di bawah naungan Yayasan Kauman Lasem, “sebenarnya acara ini sudah agak terlambat, maka dari itu secepatnya harus dilaksanakan” begitu diungkapkan oleh Pembina Yayasan Kauman Lasem yakni KH. M. Za’im Ahmad Ma’shoem.
Acara ini akan di hadiri kurang lebih 100 peserta, meliputi :
A. Lembaga Intern
1. TPQ Kumala (2009)
2. MADIN Al Qawmaniyyah (2006)
3. MA Al HIdayat Lasem (2000)
4. STAISA Kampus “U” Lasem (2006)
5. Pengajian Malem Setu (1995)
B. Lembaga lain yang Menginduk
1. Pengajian Sewelasan (1999)
2. Pengajian Selasa Kliwon (2005)
3. Madin An Nuriyyah Kajar (1998)
4. Masjid Nurul Iman Babagan (2007)
C. Lembaga Lain yan Terkait
1. Masjid Al Ma’shum Kajar
2. Masjid Al Ma’shum Gowak
3. Masjid Asy Syakiriyyah Pelem (Sendang Asri)
4. MADIN NURUL HIDAYAH Selopuro
Lembaga-lembaga diatas merupakan rintisan atau dalam ampuan Keluarga besar Yayasan Kauman Lasem, yaitu Abah KH. Za’im Ahmad Ma’shoem, beserta Ibu Nyai. Hj. Durrtun Nafisah, S.Ag.
Acara Ta’aruf dan Musyawarah Kubra ini akan dilaksananakn hari ini Rabu, 09 Nopember 2011 di Pondok pesantren Kauman Lasem.
Berikut saya sertakan juga susunan Kepengurusan Yayasan Kauman Lasem :
- Pembina : KH. M. Za’im Ahmad Ma’shoem
- Ketua : Hj. Durrotun Nafisah,S.Ag
- Sekretaris : Wakil Maghfur
- Bendahara : KH. Moh. Sholahuddin Fatawi
- Pengawas : Bpk. H. Tommy Soetomo
Dan akhirnya saya ucapkan, MA’AN NAJAH,,,semoga acara TA’ARUF DAN MUSYAWARAH KUBRA I YAYASAN KAUMAN LASEM ini berjalan lancar dan success.
SESEPUH PP KAUMAN
- KH. Ali Ma'shoem ( Pengasuh Ponpes Krapyak Yogja)
- Nyai Hj. Fatimah Ma'shoem
- KH. Ahmad Syakir Ma'shoem
- Nyai Hj. Azizah Ma'shoem
- Nyai Hj. Hannah Ma'shoem
KH. Ma'shoem Ahmad dan Nyai Hj. Nuriyyah
KH. Ahmad Syakir dan Nyai Hj. Faizah
KH.M. ZA'IM AHMAD MA'SHOEM DAN Nyai.Hj.DURROTUN NAFISAH
Keluarga Besar PP. Kauman Lasem


